Cerita Naruto 591 – Resiko

Alur Cerita Naruto 591 : Resiko
Disclaimer : Masashi Kishimoto
Sinopsis dan Translate by Madara San
Copas :http://www.tkaze.com

Perasaan Itachi tertinggal pada Sasuke……….
Mereka terpisah bersama dengan cahaya………

Itachi yang mengetuk keningnya pada kening Sasuke sambil tersenyum, perlahan-lahan rohnya mulai lenyap dan naik ke angkasa
Sasuke memandangi kakaknya yang mulai menghilang menuju angkasa, terlihat mayat yang dijadikan tumbal untuk Itachi terjatuh

“Aku…..” (Ucap Sasuke)

Ditempat lain terlihat Kimimaro dan Nenek Chiyo pun ikut lenyap. “Sepertinya kita bisa mati lagi..” ucap nenek Chiyo yang mulai menghilang..

Latar berpindah kembali ke tempat pertarungan madara dan 5 Kage

Madara pun mulai lenyap, terlihat cahaya menjulang ke langit dari tubuhnya.
“Cahaya..? tapi apa itu sebenarnya…?” ucap Mizukage bingung.
Madara hanya terlihat melihat tangannya sendiri. “Susano’o lenyap, edo tensei dengan kencang berterbangan,.. tidak salah lagi.. ini berarti…” ucap Tsuchikage. kemudian Madara langsung memotong.
“Edo tensei telah lepas…..”. ucap madara.

“APA….!!!!” Ucap Raikage terkejut. “Kabuto harusnya masih dalam pencarian.., ini terlalu cepat, jika kabuto telah ditemukan, dalam hal apapun untuk dapat menghentikan jutsu ini.., tapi siapa..?” Ucap Tsunade.
“Ini tidak penting,.. siapapun yang melakukan ini, mereka adalah pahlawan yang menyelamatkan dunia Shinobi. sepertinya keberuntungan masih berpihak kepada kita”” Ucap Tsuchikage.”Sepertinya salah seorang Shinobi kalian telah melakukannya, ini tidak membantu…” Ucap Madara.

Latar berpindah kembali ke tempat Dan dan Chouza.

Terlihat Dan Kato yang mulai menghilang menggerakan tangannya. “seperti yang kuduga.., aku dapat mengendalikan tubuhku lagi, tolong hilangkan penghalangnya Chouza.. kini sudah tidak apa-apa” Ucap Dan. “Itu artinya….” Chouza membalas, kemudian Chouza memerintahkan rekan-rekannya.

“Semuanya..! kita sudah tidak memerlukan penghalangnya lagi..!!”. “Baik Pak..!” Ucap salah seorang ninja sambil merapal jutsu untuk membuka penghalang pada Dan. “Maafkan aku Chouza…” ucap Dan sambil merapal jutsu. “Segel tangan itu… itu jutsu spiritualisasi, aku mengerti cepatlah menuju Putri Tsunade..” Ucap Chouza. “aku tidak pernah menyangka jutsu yang telah membunuh banyak orang ternyata ada gunanya juga..” Ucap Dan sambil merapal jutsunya.

REIKA NO JUTSU…!!!, Terlihat arwah Dan keluar dari tubuhnya. “seperti yang kuduga,.. setelah melepaskan edo Tensei, Roh yang telah naik dapat dikontrol dengan jutsu ini” lanjut Dan. “Tapi sepertinya kau tidak punya banyak waktu… cepatlah..!” ucap Chouza sambil memandang Dan yang mulai pergi. “Ya.., Sampai jumpa Chouza.., terima kasih untuk segalanya..!”. Dan pun terbang menuju tempat Tsunade.

“Luar biasa..dia terbang sebagai Roh.., tapi apa itu jutsu Spiritualisasi…? ucap salah seorang Ninja. “itu adalah jutsu yang dapat membuat penggunanya menjadi Roh hidup, jadi kau dapat pergi ke tempat dengan jarak tertentu.., jadi kau dapat mendekati musuh dan membunuhnya, paling tidak…” ucap Chouza.

Latar kembali berpindah ke tempat 5 Kage dan Madara

Terlihat Madara kembali menyerang 5 Kage. “Dia masih ingin melakukan serangan sebelum dia pergi.., berhati-hatilah..!!” Ucap Tsuchikage.

“KATON : RYUUEN HOUKA NO JUTSU ..!!!!!. BWWWUSSSHHHH…!!!” Madara merapal Jutsu Api dan menyemburkannya ke arah 5 Kage. “SUITON….!!!! (ah tidak aku tidak akan tepat waktu” Pikir Mizukage sambil merapal jutsunya. Namun Tsunade langsung menghadapinya dan menghalau Jutsu Madara.
“Ugghhh…!!” terlihat tangan Tsunade terbakar oleh jutsu Madara. “Nona Hokage…!!!!” Ucap Mizukage. “Aku baik-baik saja..” ucap Tsunade.

Namun tiba-tiba Tsunade mengalami gangguan, “Jutsu Byakugou sudah terhenti…, tapi… kami sudah menang” Jutsu Byakugou tsunade terhenti, tubuhnya berhenti beregenerasi kembali. Roh Madara mulai keluar dari tubuhnya, Tsunade pun terlihat akan pingsan.

Namun ternyata Roh Madara masuk kembali ke tubuhnya, Madara langsung menggunakan Susano’o lagi dan menyerang Tsunade dengan Pedangnya. “SIIIALLL…!!!” Ucap Tsuchikage, para kage lain pun terkejut melihatnya. tidak tinggal diam Kage lainnya mulai bersiap menolong Tsunade. ketika pedang Susano’o Madara hampir mengenai Tsunade, terlihat Tsunade menghindarinya. “..???!!!” terlihat Madara bingung.

“Apa itu..?” ucap Raikage. “Aku pikir dia telah kehilangan kesadaran..!!??” ucap Tsuchikage.
Tsunade pun mendarat di tanah, “aku seharusnya tak dapat bergerak lagi, tapi kenapa..? ucap Tsunade. “Lama tak jumpa Tsunade, ini aku…” tiba-tiba ada seseorang yang berkata dalam pikiran Tsunade

Latar berubah di suatu tempat dalam pikiran Tsunade.

“Dan…” ucap Dan. Tsunade hanya terkejut… “Dan,.. kenapa kau ada disini…?” ucap Tsunade. “Edo Tensei telah lepas, aku terbang kesini menggunakan jutsu Spiritualisasi, ngomong-ngomong tadi itu nyaris saja…” ucap Dan.

“Dan….” ucap Tsunade. “Kau tidak pernah Tsunade..” ucap Dan sambil tersenyum. “Dan.. aku selali ingin…” ucap Tsunade lagi. “Kita tidak punya waktu untuk mencurahkan perasaan.., aku harus pergi sekarang..” balas Dan.

Tsunade teringat kembali ucapan Dan. “aku ingin melindungi desa dan teman-temanku karena aku mencintainya.., aku ingin menjadi orang yang melindungi mereka, menjadi Hokage adalah impianku..”.

“DAN..!!! sejak kau mati, aku selalu memalingkan perasaanku darimu, tapi kini aku telah berubah..,dan sekali lagi kita dapat berbicara tentang penyesalanmu dan hal yang kau inginkan..!! aku menjadi Hokage.., tapi…” ucap Tsunade, namun Dan memotong.

“Terima kasih Tsunade, kau telah menyelesaikan lebih dari yang aku harapkan tentang apa yang aku inginkan, aku tidak memberikanmu apa-apa kecuali emosi yang menyakitkan.., maafkan aku. aku akan menunggumu di tempat lain, tapi tolonglah tempatkan dirimu disini”

Dan kemudian memegang dagu Tsunade. “karena kau adalah impianku…” Dan kemudian mencium kening Tsunade dengan lembut. Tsunade langsung teringat ketika dia mencium kening Dan.
“aku akhirnya dapat melindungimu di akhir, mungkin dengan dibangkitkan kembali dengan Edo Tensei akan membayarnya..”

Dan pun kemudian menghilang…
Terlihat Tanda di kening Tsunade pun kembali,

“Sepertinya keadaanmu telah pulih kembali, apa kau mendapatkan sedikit cakra…?” ucap Madara. “heh.. aku bertemu dengan kenalan lamaku..” ucap Tsunade.

“Cakra Madara sedang diambang meninggalkan tubuhnya, namun kali ini benar-benar menempel pada tubuhnya, dia telah kembali..?” Ucap Mizukage. “KENAPA..? kenapa dia masih belum menghilang..? Edo Tensei harusnya sudah lepas…!!” Ucap Raikage kesal.

“Ada suatu resiko dari teknik ini.., jika Roh yang dibangkitkan dari dunia Suci mengetahui segelnya, dia bisa membatalkan segel kontraknya, jika itu terjadi maka akan jadi skenario terburuk, tubuh yang abadi, cakra yang tidak terbatas dan dia tidak lagi dikendalikan atau ditekan..” Ucap Madara. “Mustahil….” ucap Oonoki.

“KAU HARUS MENGATAKAN HAL INI KEPADA ORANG YANG MENGGUNAKAN JUTSU INI, BAHWA TIDAK SEHARUSNYA DIA MENGGUNAKAN JUTSU TERLARANG DENGAN CEROBOH..!!!!, KAI…!!!!”

Madara mulai merapal jutsu dan melepas segelnya.

Keadaan yang berbalik..!! dan Keputusasaan…!!

About these ads

2 pemikiran pada “Cerita Naruto 591 – Resiko

Kometarnya Ya disini

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s