CERITA NARUTO 641 – KALIAN BINTANG UTAMANYA

Hokage kedua menyerangminato lalu minato memindahkan serangnnya ke obito

Minato : mengikut, aku akan memindahkan serangannya
Hokage ke2 : aku kembalikan padamu Obito sambil mengenai Obito
Namu doar,,,,,, sepertinya obito balik menyerang dan serangan hokage ke dua meleset, Naruto dan kawan-kawan kaget, kemudian dari belakang terdengar suara Hokage ke 2
Hokage ke dua: jangan khawatir itu hanya bayanganku, dan saat aku menyentuhnya aku telah menaruh tanda di tubuhnya

cerita naruto 641 300x134 CERITA NARUTO 641 – KALIAN BINTANG UTAMANYA
Naruto : WooWW,,,, kau ternyata bisa meniru ayahku, orang yang berwajah nidaime Hokage,,
Hokage ke dua/ Nidaime : Sebenarnya Ayahmu/ Yondaime yang meniru Jurusku, dan kau harus lebih sopan lagi berbicara pada hokage
Sementara itu diperlihatkan pertarungan antara Hasirama dengan madara,
Hasirama : Janagn menghalangiku madara,
Madara : tidak ada waktu lagi, tapi disaat seperti ini ada yang harus aku lakukan
Hasirama : ???
Madara : “AKU AKAN MENAHANMU

cerita naruto 641 online 300x211 CERITA NARUTO 641 – KALIAN BINTANG UTAMANYA
Pasukan Aliansi : Ini adalah Level pertarungan yang sangat berbeda,
Pasukan Aliansi :ini adalah pertarungan para Luluhur kita,
Pasukan Aliansi :benar kita hanya akan mengganggu mereka jika kita tetap ada di sini
Sikamaru Berbicara pada Ino lewat Fikirannya
Sikamaru : Tidak peduli sekecil apapun kekuatan kita bisa digunakan dengan cara yang lain
Pasukan : iyah Mungkin kami tidak berguna tapi disaat tertentu kami sangat berguna
Akamru : ?? shikamaru
Shikamaru : tetaplah Fokus jangan lengah
Bahkan Kekuatan yang lemah sekalipun dapat merubah dunia
Bisa mengubah hati orang lain itu adalah 1 syarat menjadi hokage
Kembali ke pertempuran, Para Hokage : sabil meliahat ke arah obito, Apakah dia menangkis serangannya, sulit sekali menyerngnya
Yondaime: kurasa akau harus membuat celah denga rasen senkou choubu kousanshiki
Nidaime/hokage ke 2 : kau suka bertindak bodoh, lucu sekali nama jurusmu itu, tapi tidak ada waktu lagi untuk tertawa, mengejek Ydaime/hokage ke 4
Sasuke bersiap : AMATERASU,,,,!
Yondaime : Sasuke, Naruto Aku sudah membuat celah/ kesempatan
Sasuke : Aku akan melakukannya
Naruto : Bukan Tapi Kami… kami serahkan Tugas utamanya ke tim Ayah
Obito : Sasuke, kau memfokuskan mata kirimu, serangan tiba-tiba tidak akan berguna kepadaku
Hokage ke 2 : ayo bergerak Yondaime (dengan menempelkan tangannya ke pundak Yondaime, untuk memindahkan tandanya ke yondaime)
Yondaime : menggunakan hirusin dengan bunshin itu sangat lambat, kita harus menggunakan hirusihin mawasi di tubuh kita masing-masing
Sasuke : Naruto aku akan samakan persentase chakraku denganmu menggunakan Sharinggan
Naruto : humm dasar, orang ini tidak pernah mau kalah
Yondaime : iyah dengan tubuh ini tak masalah
Naruto : Futon rahsensuriken…………..
Sasuke : Enton Kagetsuchi………..
Naruto dan sasuke menggabungkan jurusnya,,,
Oibto : hemmm dari dua arah
Naruto dan sasuke :………………….Duar,,,,, mereka menyerang tubuh Yondaime/ hokage ke 4
Yondaime : Kalianlah bintang utamanya
Obito : mereka terkecoh
TAP,,, hasirama langsung memindahkan tandanya ke Obito, tanapa Obito sadari Serangan Itu Pindah Ke tubuhnya (jadi tubuh Yondaime ditukar dengan Obito)
DO,,,,,AAA,,,,,RRRrrrrrrrr

014 CERITA NARUTO 641 – KALIAN BINTANG UTAMANYA
Sakura : bagaimana dengan naruto dan Sasuke hinata ??
Hinta : Mereka berdua ????
Obito : Mereka bertukar Tempat,,

naruto 641 selesai

Cerita Naruto 636 – Obito yang sekarang

Sebelumnya : Naruto Chapter 635

Obito dan Kakashi sama-sama saling menusuk. Hingga kemudian, Kakashi berkata, “Obito, apa masih belum cukup??” dan mendadak bayangan mereka berdua lenyap begitu saja. “Aku sudah muak, ayo kita hentikan genjutsu ini..” ucap Kakashi lagi. Dan ya, semua itu tadi hanyalah genjutsu yang Obito ciptakan, termasuk lubang di dadanya. Semua itu hanyalah genjutsu belaka.

“Aku tak mau bertarung selamanya..” Kakashi tak mau membuang-buang waktu lagi, dan tampaknya akan serius. “Masa depanmu adalah kematian..” ucap Kakashi pada Obito, seolah semakin mempertegas niatnya untuk tidak menunda-nuda lagi.

“Maju saja..” Obito tak mau kalah dan ikut memasang kuda-kuda. Kakashi dan Obito sama-sama memasang kuda-kuda tanda hormat ninja sebelum bertarung, dan hal itu membuat Kakashi teringat akan masa lalu.

Naruto Chapter 636

Saat itu, ketika mereka masih kanak-kanak, mereka pernah berada dalam posisi yang mirip dengan saat ini. Mereka berdua sama-sama memasang kuda-kuda, dan hendak bertarung. Bedanya, waktu itu adalah latih tanding, dan Minato mengawasi mereka. “Baiklah, pertarungan dimulai!!” Minato memulainya.

 

Naruto Chapter 636 - Beelzeta.com
Kakashi dan Obito saling serang, dan di masa sekarang pertarungan mereka juga telah dimulai. Benar-benar mirip, bahkan gerakan dan jenis jurus yang digunakan. “Katon: Goukakyuu no Jutsu!!” Obito menyerang Kakashi dengan semburan api.

Kakashi mampi menghindarinya, dan terus maju menyerang dengan menggunakan kunainya. Batsss!!! Mereka saling tebas dan sama-sama mampu menghindar.

Naruto Chapter 636 - Beelzeta.com
“Obito…
Tekadmu yang dulu…
Masih terus…
Ada di dekatku…”

Pertarungan terus berlanjut.

“Yang bisa kulakukan sekarang adalah…
melindungi Naruto!!”

“Kau… yah, semua orang..
Suatu hari nanti…
akan menjadi sepertiku…”

“Sasuke adalah seorang ninja pelarian..
Seharusnya dia dibunuh…”

“Aku pasti akan membawa kembali Sasuke!!!” ucap Naruto dulu. Kakashi masih ingat betul dengan saat-saat itu. Sambil tetap menghadapi Obito, sosok Naruto terus tergambar di benaknya.

“Naruto…
kau tak akan pernah kehilangan jalanmu..
Kau lebih kuat dariku…
Dan jauh lebih unik…”

Kini Kakashi telah berhasil menjatuhkan Obito, sama seperti waktu mereka masih kecil dulu. Waktu itu, Kakashi juga berhasil menjatuhkannya dan kemudian menodongkan kunai ke wajahnya. “Baik, sudah cukup pertarungannya, pemenangnya Kakashi. Ayo kalian saling menghormat..” ucap Minato saat itu.

Waktu itu mereka berjabat jari, tanda perdamaian, namun tidak saat ini. “Hanya ini yang bisa kulakukan saat ini.. aku akan melakukan apa yang kubisa. Untuk melindungi Obito yang dulu… aku harus… membunuh Obito yang sekarang!!”

Tak ada istilah damai, Kakashi melanjutkan serangannya hingga benar-benar menembus tubuh Obito, dan ini bukanlah genjutsu.

Naruto Chapter 636 - Beelzeta.com
“Uukhhh!!!” Obito menghempaskan dirinya ke belakang, dan begitu pula dengan Kakashi. Tampak tubuh Obito menyisakan lubang yang dalam, yang seperti dikatakan tadi bukanlah genjutsu seperti sebelumnya.

“Ini sudah berakhir, Obito..” ucap Kakashi.
“Haah… haah… kau mungkin memenangkan pertarungan ini..” ucap Obito. “Tapi… aku tak akan membiarkanmu memenangkan perangnya!!!”

Naruto Chapter 636 - Beelzeta.com
Obito menggunakan jutsu dimensinya dan kembali ke medan perang. “Ukh!!” tampaknya Kakashi hendak mengejar, namun energinya telah terkuras.

Di medan perang, di sisi Madara, tampak Susano’onya telah berhasil menusuk tubuh bunshin Hashirama, meski Madara cuma duduk-duduk.

“Hashirama.. kau terlalu banyak memfokuskan kekuatanmu pada tubuhmu yang aslu, bunshin mu jadi tidak menyenangkan untuk dipakai bermain..” ucap Madara.

Naruto Chapter 636 - Beelzeta.com
“Madara..
kau juga telah…”

Brukkk…
Bunshin Hashirama kembali menjadi kayu dan kemudian lenyap.

Kemudian, Madara merasakan sesuatu. “Itu??” suatu pusaran muncul tak jauh darinya, dan kemudian Obito muncul dari sana. Dalam keadaan sekarat. “Uukhh…”

Naruto Chapter 636 - Beelzeta.com
“Aku tak membutuhkannya lagi..” ucap Madara dalam hati. Ia kemudian bersiap untuk melakukan sesuatu. “Aku ingin bertarung melawan Hashirama sebelum menjadi Jinchuriki, tapi… sepertinya tak ada cara lain lagi..”

“Gyaaahhh!!!” Obito berteriak bersamaan dengan segel yang Madara rapal. “Tubuhku…” Obito merasakan ada sesuatu yang salah dari tubuh bagian kirinya, tubuh yang diutak-atik Madara dulu. “Gyaaahhh!!!” setengah tubuh Obito berubah menjadi gelap.

Naruto Chapter 636 - Beelzeta.com
“Inilah waktunya untuk membangkitkanku kembali menggunakan Rinne Tensei..” pikir Madara. Ia hendak menggunakan Obito untuk merapalkannya jutsu pembangkit tersebut. Obito seolah tak mampu mengendalikan dirinya, dan kemudian setelah sebelumnya sempat teringat akan Rin, Obito pun bangkit dan membentuk segel tangan, “Woooooaaahhhh!!!!!”
Naruto Chapter 636 - Beelzeta.com
Bersambung ke Naruto Chapter 637

Cerita Naruto 632 – Ledakan

Cerita Naruto 632 – Ledakan
(Tekad Naruto semakin menggebu setelah anggota timnya yang lama terpisah telah kembali)
Naruto: “Ayo maju, Sakura-chan, Sasuke!!”

Sasuke: “Ya!!”

Sasuke: “Yah!!”

Ino: “Bukankah ini terasa seperti nostalgia, Shikamaru?”

Shikamaru: “Yah, bagaimanapun kita harus mengalahkan musuh yang ada di depan kita, jadi mau bagaimana lagi. Meski kurasa aku belum bisa mengakuinya.”

Chouji: “Sudah lama sekali ya sejak kita semua bersama, aku jadi teringat dengan ujian Chuunin dulu.”

Kiba: “Aku akan menjadi Hokage!!”

(Tak ada yang menghiraukan Kiba)
Kiba: Hei hei, apa kalian mendengarkanku!??”

Shino: “Kiba, tak akan ada yang mendengarmu. Kau itu aneh, hentikan. Maknanya itu jauh lebih besar saat Sasuke yang mengatakannya.”

Hinata: “Ki-Kiba-kun, aku mendengarkanmu.. Kita semua ingin menjadi Hokage.”

Naruto: “Yaah, ayo tunjukkan kekuatan kita pada mereka!!”

(Sembilan shinobi dari angkatan genin yang sama telah siap dan akan segera menunjukkan kekuatan mereka.)

(Dari kejauhan, Juugo melihat ke arah Sasuke.)
Juugo: “[Sasuke... apa yang sedang kau pikirkan sekarang?]“

Naruto: “Yosshh!!!!”

(Naruto memberi aba-aba untuk maju. Namun….)
Hashirama: “Tunggu sebentar!!”

Shinobi Aliansi: “Itu lagi??”

(Para shinobi tampak khawatir melihat Juubi mengeluarkan bijuudama raksasa seperti sebelumnya lagi.)
Minato: “Pendahulu, ayo bersiap!!”

Hiruzen: “Aku tahu!”

Tobirama: “Ayo kita lihat…”

(Booombb!!! Juubi melesatkan tembakkan itu. Namun, tembakkannya tertahan oleh kurungan yang menahannya hingga kemudian meledak di dalam, menciptakan ledakkan yang kemudian terlepas ke atas karena saking kuatnya kurungan yang menahannya.)
Mifune: “Juubi sialan… rasakan itu!!”

Samurai Lain: “Kurungan yang sungguh kuat… bahkan bisa menahan serangan seperti itu..”

Hashirama: “Ini bukanlah kurungan yang bisa dibuat dengan mudah.” ucap Hokage pertama.

Naruto: “W-wow!! (kagum) Hokage pertama dan yang lainnya benar-benar hebat!!”

Sasuke: “Sepertinya kemampuan mereka bukan sekedar omongan semata..”

(Hashirama kemudian menggunakan bunshin kayu, menciptakan beberapa bayangan dirinya dan kemudian menyebar ke empat penjuru kurungan.)
Bunshin2 Hashirama: (Memerintahkan) “Aku akan membukakan jalan di keempat sudut kurungan supaya kalian para shinobi bisa masuk ke sana!! Ikuti aku!!”

(Tak hanya itu, Hashirama juga kemudian menciptakan segel Myoujinmon Fuutou, segel sejenis yang menahan kesepuluh ekor Juubi hanya saja ukurannya lebih besar untuk menahan kepala Juubi. Jadi, para shinobi nanti akan semakin mudah untuk menyerangnya.)Bunshin2 Hashirama: (Teriak) “Baik, ayo maju!!”

(Bunshin2 Hashirama tidak hanya memimpin pasukan menuju ke dalam kurungan, salah satu bunshin lainnya bergerak menuju ke tempat Madara, sebut saja Bunshin A Hashirama)
Bunshin A Hashirama: “Baik, sekarang aku bisa melawanmu. Maaf sudah membuatmu lama menunggu, Madara..”

Madara: “Tidak.. (duduk) Bunshin itu membosankan.. aku akan menunggu sampai yang asli keluar.”

(Tubuh asli Hashirama sama seperti keempat Hokage lainnya masih menahan segel kurungan empat sudut tersebut. Bunshin-bunshin Hashirama membuat lubang di sisi kurungan agar para shinobi bisa masuk, dan kemudian ia membimbing semuanya untuk menuju ke dalam.)

Naruto: “Jangan takut!!!”

(Naruto berseru pada shinobi-shinobi di belakangnya. Naruto berlari paling depan sekarang. Dan di hadapannya, tampak monster-monster kecil seukuran manusia yang tampaknya diciptakan oleh Juubi.)

(Naruto, Sasuke, dan yang lainnya menghadapi mereka, begitu juga dengan Sakura. Dan sambil bertarung, Sakura terus memikirkan hal tersebut.)
Sakura: ["Ya... saat ujian Chuunin, aku berpikir kalau aku adalah ninja yang hebat. Tapi, pada akhirnya aku selalu saja berjalan di belakang Sasuke dan Naruto. Mereka selalu bertarung, melindungiku... Aku benci hal itu. Aku kemudian memutuskan kalau suatu hari nanti akulah yang akan menujukkan punggungku pada mereka. Suatu saat nanti, kalian akan melihat punggungku. Saat itu aku berjanji seperti itu. Tapi, Sasuke-kun dan Naruto selalu saja berada di depanku, terus maju..."]

Sakura: ["Kemudian aku berpikir, pada akhirnya aku memang tak akan pernah meraih mereka. Mereka terlalu hebat, dan aku hanya bisa menyerah..."]

(Sakura kemudian teringat percakapannya dengan Tsunade dulu. “Ninja medis tak boleh mati!! Jadi mereka tak boleh pergi di depan yang lainnya..” ucap Sakura pada Tsunade waktu itu. Namun kemudian, Tsunade berkata, “Benar. Tapi, bukan berarti kau tak harus belajar bagaimana cara bertarung. Karena.. kau adalah muridku… Jadi kau akan mewarisi kekuatan Sannin.. dan… Sakura Haruno… kau juga merupakan murid dari Hokage kelima!!”)

(Sakura membuka mata dan kemudian tampak di dahinya tanda yang sama seperti tanda milik Tsunade.)

Sakura: “Sudah cukup… akhirnya sekarang aku bisa mengeluarkannya…”

(Sakura bersiap untuk memukul salah satu monster keluaran Juubi yang ada di hadapannya. Dan kemudian… Jbuaghhhh!!!!!!!! Sakura melesatkan pukulan yang begitu dahsyat hinga membuat tanah dan bebatuan di hadapannya muncrat ke udara.)

Naruto: “…” (kaget wal bengong kemudian memasang wajah takut)

Naruto: “Aku.. aku tak akan pernah membuat Sakura-chan marah lagi..”

Sasuke: (Senyum) “Heh…”

Hashirama: “Kekuatan monster apa itu tadi… Mungkin yang itu lebih dahsyat dari Tsunade.”

Shizune: ["Dia telah menyimpan chakranya di satu titik selama tiga tahun. Sesuatu yang benar-benar butuh pengendalian chakra yang tepat. Bahkan aku pun tak akan bisa menggunakan jutsu Hyakugou seperti itu.."]

Sakura: “Aku juga tak butuh menggunakannya untuk terlihat lebih muda.”

(Sakura kini ada di depan. Dan ketika menghadap ke belakang, Naruto dan Sasuke ternyata tak mau kalah. Naruto telah berada di mode bijuu dan bersiap dengan jutsunya)
Naruto: “Fuuton : Rasenshuriken!!”

Sasuke: “Enton : Kagutsuchi!!!”

Monster Juubi: “Gyaaaahhh!!!”

(Monster-monster kloning Juubi terbakar api hitam Sasuke)
Naruto: “Aku juga ada di sini, Sakura-chan!”

Sasuke: “Jangan mengahalngi jalanku, Naruto..”

Sakura: “Yah, kalau kalian sibuk bertarung, aku akan mengambil kursi Hokagenya..”

Naruto: “Eeh? Sakura-chan juga??”

(Naruto, Sasuke, dan Sakura kini saling memunggungi masing-masing.)
Sakura: “Kali ini kita bertiga akan saling memunggungi!!”

Sakura: ["Tsunade-sama, sepertinya akhirnya aku bisa menyusul mereka..."]

Cerita Naruto 631 – Team 7 Terlahir Kembali

Sebelumnya : Naruto 630

Minato : “Apakah saya telat?” Minato Berkata kepada Naruto yang sedang dipulihkan Sakura. Minato pun Memindahkan bijuunya dengan teleportasinya yang biasa dia gunakan dengan memakai kunai.
Naruto : “Tidak ayah!” Naruto Pun menjawab demikian dan dengan muka yang sangat cerah sekali.

Versi Teks Naruto 631

Sakura : ” Siapa dia?” Dia bertanya kepada naruto dengan Muka heran

Minato : ” Saya Namikaze Minato, dan Siap untuk bertempur” dengan muka yang sangat ceria seperti anaknya :D

Sakura : “? ” Sakura kaget dan bingung setelah mendengarkan jawaban dari Minato (hokage 4)

Apa itu!!?” beberapa shinobi masih bertanya-tanya. “Aku mengirim serangan Juubi ke laut.” jelas Minato. “Itu…” Sakura melihat ke arah wajah Minato. “Matanya… dia Edo Tensei!” pikir Sakura. kemudian bertanya, “Kau…”

“Jangan khawatir, aku ada di pihak kalian.” ucap Minato. “Terimakasih karena sudah membantu pemulihan Naruto. Apa kau pacarnya Naruto?”

“Yah, kurang lebih seperti itu…” jawab Naruto

Plakkk!!! Sakura menghantam kepalanya. “Diam!!! Simpan energimu!!” bentak Sakura.
“Ukhhh, lukaku malah tambar parah…” ucap Naruto.
“Aku akan mempercepat penyembuhanmu!!” ucap Sakura.

“Haha, gadis ini mengingatkanku pada Kushina.” pikir Minato. “Yah, jaga baik-baik anakku ya..” ucapnya ke Sakura.

“Datang tiba-tiba begini… tapi kelihatannya kau sudah tahu tentang hal ini?” tanya Naruto ke Sakura. “Yah, aku bisa merasakannya saat berada di mode Kyuubi. Yang lain juga datang…” ucap Naruto.

Para shinobi semakin kaget, dan batsss!!!! ketiga hokage lainnya muncul. “Kau masih secepat biasanya ya.. hokage keempat..” ucap hokage ketiga. “Kelihatannya shunshinmu lebih hebat dari milikku…” ucap hokage kedua. “Yosh, mari kita mulai!!” ucap hokage pertama.

“Ho-hokage ketiga!?” ucap kaget Sakura, “Dan juga…”
“Hokage pertama dan kedua!!? Bahkan hokage keempat juga!?” shinobi lainnya juga kaget.
“Begitu… jadi yang menghentikan serangan tadi itu hokage ya…”
“Tapi, siapa yang mengedotensei mereka??”

“Orochimarulah yang memanggil kami ke dunia ini. Kami akan menghentikan perang ini.” ucap hokage ketiga.

“Masih ada lagi yang akan datang, meski kurasa akan agak telat sih.” ucap Naruto lagi.

“Hashiramaaahhh!!!! Aku sudah menunggumu dari tadi!!!!” teriak Madara. Tampaknya, ia sudah benar-benar tak sabar untuk menghadapi rival abadinya itu kembali. “Aku akan mengurusmu nanti!!” ucap Hashirama. “Ng?”

“Pertama-tama aku akan mengurus Juubi dulu!!” jelas Hashirama. “Huh, kau masih saja seperti biasa ya.” ucap Madara. “Aku benar-benar tak cocok denganmu.” lanjutnya.

“Grroooarrrr!!!!!” Juubi masih ada di tempat itu. ya, meski serangannya menghilang, monster mengerikan itu masih ada di sana, siap kapan saja untuk melancarkan serangan dahsyat itu lagi.

“Wah wah, tempat ini cukup ribut ya…” ucap hokage pertama. “Naruto, kau sudah berjuang dengan baik, istirahatlah… Oh iya, temanmu juga akan datang, dan dia ada di pihak kita.” ucap hokage keempat pada putranya. Kemudian, ia mempersiapkan sesuatu.

“!!!” Kyuubi dalam diri Naruto kaget. “Minato, ini…”

“Dia…” bayangan Sasuke terlintas di benak Naruto.

“Para hokage, ayo maju!!!” seru hokage pertama. “Hokage kedua, ketiga, majulah sebelum aku…” ucap hokage keempat, yang kini telah berada di mode chakra Kyuubi.

“Eh!!? Mode yang sama dengan Naruto!?” Sakura bertanya-tanya. “Jadi bahkan Minato juga ya…” ucap Kyuubi dalam diri Naruto. “Lihat itu kan? Ayahku memang hebat!!” ucap Naruto. “Aku tahu lebih baik darimu, dialah yang melakukan segel rumit padaku.” ucap Kyuubi.

“Apa kau sudah mempersiapkan tandanya?” tanya hokage ketiga.
“Ya!” ucap Minato. “Tindakkanmu juga cepat ya…” ucap hokage kedua.’

kunai-kunai segel telah dipasang di keempat penjuru. Kemudian, jutsupun dimulai. “Ninpou!!”

Boftt!!! hokage ketiga, kedua, dan keempat menghilang, dan telah berada di kunai masing-masing, kemudian, “Shisekiyoujin!!!” segelpun dimulai.

“Dan juga, dengan ini!!!” Hashirama menggunakan segel berbentuk gerbang untuk membendung kesepuluh ekor Juubi. Dan lagi dengan segel para hokage tadi, Juubi terbendung dan terkurung oleh kotak segel raksasa.

“Kurungan merah!!?” ucap Lee kagum saat melihatnya.
“Ini bahkan lebih kuat dari Shishienjin. Hanya shinobi sekelas empat hokage yang bisa melakukannya.” ucap Gai.

“Groooarrr!!!!” Juubi berusaha untuk meronta. Namun tampaknya, segel itu lumayan kuat untuk menahannya. “Pasti akan sulit baginya untuk bergerak saat ini!!”

Tapp!!! Selanjutnya Sasuke dan Juugo sampai di medan pertempuran. “!!”

Sakura benar-benar kaget. Sementara Naruto, “Kau telat, Sasuke..” ucapnya. “Sasuke-kun?” Sakura bertanya-tanya. Setelah sekian lama, akhirnya mereka bertemu kembali. “Sakura…” Sasuke melihat ke arah Sakura.

“Sa-Sasuke-kun!!?” Sakura semakin kaget.
“Ehh!!? Kenapa!!?” dalam hati ia bertanya-tanya.

Shinobi-shinobi lainnya juga kaget, terutama rekan-rekan satu angkatannya dulu. Namun, respon mereka tampaknya negatif. “Sasuke-kun…!?” Ino hendak mendekat. “Berhenti Ino!!” ucap Shikamaru, “Dia musuh kita!!” lanjutnya.

“Ino!! Jangan dekat-dekat dengannya!!” ucap Chouji.

“Kalian tetap saja ribut seperti biasanya…” ucap Sasuke.
“Untuk apa kau kemari hah, sialan!!?” bentak Kiba, disusul gonggongan Akamaru.

“Kenapa kau datang kemari?” tanya Sakura.

“Banyak hal sudah berubah.” ucap Sasuke. “Aku sudah memutuskan untuk melindungi desa dan… aku… akan menjadi Hokage.” lanjutnya.

“…” orang-orang semakin kaget kaget lagi, bengong.

“Kalian tetap saja ribut seperti biasanya…” ucap Sasuke.
“Untuk apa kau kemari hah, sialan!!?” bentak Kiba, disusul gonggongan Akamaru.

“Kenapa kau datang kemari?” tanya Sakura.

“Banyak hal sudah berubah.” ucap Sasuke. “Aku sudah memutuskan untuk melindungi desa dan… aku… akan menjadi Hokage.” lanjutnya.

“…” orang-orang semakin kaget kaget lagi, bengong.

“Eeeeeehhhh!!!???” teriak Sakura super kaget. “kau!!!! Ninja pelarian yang lama menghilang muncul secara tiba-tiba dan bercanda seperti ini!!? Apa kau mengerti arti dari Hokage, hah!!?” bentak Kiba.

“Aku tak mengerti apa yang telah terjadi padamu, tapi…
Itu mustahil…” ucap Shikamaru. “Apa kau pikir kalau…”

“Apa kau pikir kau bisa menghapus semua yang telah kau lakukan selama ini begitu saja?” ucap Shino.

“Aku tahu aku tak bisa.” ucap Sasuke. “Tapi, aku tak peduli bagaimana pendapat kalian tentangku.” lanjutnya. “Kagelah yang menciptakan situasi ini… Aku akan menjadi hokage dan mengubah desa!!”

Naruto kemudian teringat akan kata-kata Itachi dulu, “Bukan yang menjadi Hokage yang akan diakui oleh orang-orang, tapi yang diakui oleh orang-oranglah yang akan menjadi Hokage.” juga, kata-kata Itachi, “Aku serahkan Sasuke padamu…”

“Serahkan dia padaku.” ucap Naruto dalam hati. Naruto berdiri di sebelah Sasuke, kemudian berkata, “Akulah yang akan menjadi Hokage!!”

“Aku senang kita punya banyak calon Hokage!!” ucap hokage pertama, “Tapi, kalian terlalu menganggapnya enteng! Persiapkan chakra kalian, kita harus mengalahkannya dengan serangan kombinasi!!”

“Terimakasih sudah menyembuhkanku, sekarang kau bisa beristirahat, Sakura..” ucap Naruto. “Ayo maju, Sasuke!!!”

Naruto dan Sasuke maju menuju arena pertempuran. Namun kemudian, Sakura menyusul. ia tak bisa diam saja. “Apa kau pikir aku wanita lemah yang tak sepadan dengan kalian? Tsunade-sama mengajariku sama seperti sannin lainnya…”

“Sakura-chan…”
“Hampir selesai.” ucap Sakura. “Aku sudah menyimpan chakra yang kuperlukan. Tak lama lagi, aku akan mampu menggunakan kekuatanku yang sesungguhnya!! Aku juga anggota Tim 7, dan juga murid seorang Sannin!!”

Naruto terdiam, kemudian tersenyum dan tampak begitu puas…
“Yosh!! Tim 7 telah terlahir kembali!!” ucapnya dengan penuh semangat.

Bersambung ke Naruto Chapter 632

Sumber : http://www.beelzeta.com/

Cerita Naruto 628- Disini dan mulai saat ini

Sebelumnya : Naruto Chapter 627

Bersama dengan Juubi yang mereka pijaki, Madara dan Obito terus menyerang. “Katon: Gouka Mekkayu!!” Madara menembakkan semburan apinya. “Katon: Bakufuu Ranbu!!!” begitu pula dengan Obito. Meski namanya berbeda, dua serangan api itu tak jauh berbeda, besar dan menyapu habis para shinobi aliansi.

Shinobi aliansi terkena serangan, namun berkat chakra Kyuubi, luka yang mereka alami tidaklah terlalu fatal. “Ukkh… terimakasih.” ucap salah seorang shinobi. “Tanpa chakra Naruto, tubuh kami pasti sudah menjadi daging bakar.” pikir Chouji.

Madara dan Obito tak berhenti menyerang. Kali ini mereka mengaktifkan RInengan dan Mangekyou Sharingannya. Madara memunculkan Susano’o, sementara Obito menembakkan kunai-kunai dan shuriken dari dimensi lain.

Naruto Chapter 628 – Di Sini dan Mulai Saat Ini
Teks Version by http://www.Beelzeta.com

“Haah!!!” chakra Naruto masih mampu menahan semua serangan itu. “Chakra Naruto melindungi semuanya…” pikir Sakura. “Tapi… bukankah itu menyakitkan bagimu, Naruto?” Sakura khawatir.

“Haah, haah…” Naruto tampak sedikit kelelahan.
“Di atasmu, Naruto!!” teriak guru Kakashi.

Dari atas Naruto, Obito dengan kemampuan ruang dimensinya muncul. Obito menyerang, untung saja Naruto cepat dan menghindarinya.

“Naruto… Kau hanya mengandalkan dirimu untuk melindungi orang-orang…
Apa kau pikir ini akan membantu?” tanya Tobi.

“Naruto, apa kau baik-baik saja?” tanya Kyuubi di dalam diri Naruto. “Memang terlalu berat bagimu untuk mengendalikan chakra yang kuberikan padamu sekaligus. Kau pasti sudah mulai kelelahan. Dan kelihatannya, Juubi masih menyimpan chakranya, jadi berhati-hatilah!!”

“Haah, haah…” Naruto masih tampak menghela nafas.

“Kau hanya akan menjadi semakin lemah….” ucap Obito. Tapi kali ini, Naruto membalasnya. “Karena kau sendirian, mungkin kau tak bisa mengerti. Dekat dengan orang-orang… benar-benar membuatku senang!!!” Naruto menyerang. “Itu sudah cukup untuk memberiku kekuatan!!”

Yang lain juga ikut membantu, bersiap untuk menyerang ke tempat Obito berdiri. Akan tetapi, dia menghilang. “Huh, dia kabur!?” ucap Kiba.

Obito muncul di atas sebuah bukit batu, dan ia kembali berceramah, “Kalau kau pikir rasa sakit dari kematian temanmu merupakan bentuk dari ikatan, lalu kenapa kau melindungi mereka?”

“Ceramah bodohmu, itulah salah satu yang kubenci darimu!!” teriak Naruto. “Berhenti dengan alasan-alasan bodohmu itu!! Maksudku adalah aku akan menahan rasa sakit apapun demi teman-temanku!! Aku tak akan menyerah!!”

“Mungkin aku egois, tapi…” Naruto masih melanjutkan kata-katanya, “Tak memiliki teman di sini… bagiku itu lebih menyakitkan dari apapun!! Titik!!!”

Orang-orang termasuk Obito terdiam. “Obito… apa yang ingin kau uji dari Naruto?” pikir Kakashi. “Heh…” teman-teman Naruto hanya bisa tersenyum mendengarnya.

Sementara itu di tempatnya, Madara menyadari sesuatu. “Tidak salah lagi, chakra ini…” Madara merasakannya. “Hashirama!!!” wajah Madara benar-benar terlihat bergairah. “Gwooooohh!!!!” ekor sepuluh berteriak.

Perlahan bentuk Juubi berubah, tangan kurusnya jadi mulai berisi. Dan teriakannya itu, benar-benar keras dan bising. “Sial!! Bahkan jutsu pasir dicampur chakra Naruto ini tetap tak bisa menahannya!!” ucap seorang shinobi sambil menutup telingannya.

“Tak ada lagi yang lebih baik dari ini, pak tua!!” ucap shinobi lainnya.
“Ukhh!!!” para shinobi menutup telinga, termasuk Naruto.

“Naruto, ini buruk!!” ucap Kyuubi. “Dia akan menggunakan Tenpe Chii!!”
“Apa itu?” Naruto tak tahu.

Di sisi Obito, ia sedang berdiri menghadap Madara yang berada di atas Juubi.
“Kita akan memotong satu-satunya yang menghubungkan diriku dengan Juubi, tak akan ada yang mengendalikannya.” ucap Obito, “Mungkin akan lebih baik kalau aku menjadi jinchurikinya saja…”

“Gwooohhhh!!!!” Juubi terus berteriak, dan perlahan badai petir menyambar-nyambar dari langit. “Kesenangan yang sesungguhnya… baru akan dimulai!!” ucap Madara. Tubuhnya telah dilapisi Susano’o.

“Kali ini, aku akan membuat Juubi menghilang!!!” Kakashi hendak menggunakan jutsu kamui miliknya. Akan tetapi, tiba-tiba Obito muncul di hadapannya. “Kelihatannya kau sudah menunggu hal ini, Kakashi… Tapi, aku juga!!” ucap Obito.

“Guru Kakashi!!” teriak Naruto.

“Naruto, aku menyerahkan yang di sini padamu…” ucap Kakashi. Kemudian tak lama setelahnya, ia dan Obito menghilang ke dimenasi lain.

Para shinobi mulai panik, berteriak. “Gyaaaahhh!!!!”
Tindallan Juubi terus menciptakan bencana, angin badai di mana-mana, petir terus menyambar, benar-benar mengerikan.

Sumber : http://www.beelzeta.com/2013/04/versi-teks-naruto-chapter-628.html#ixzz2RLbsvAWn

Cerita Naruto 623 – Pemandangan

naruto-623(Harapan Madara telah sampai di sisi yang lain. Dua anak dari klan yang bermusuhan, mereka berdua akan menjadi sosok penting dalam sejarah terciptanya dunia shinobi di masa depan)

(Kedua anak itu masih menatap ke seberang sungai)

#Tatapan mata….

(Edo Hashi lanjut berceruta)

[Edo Hashi: "Ada anak bodoh lain berdiri disampingku yang bermimpi akan merubah dunia peperangan, tapi bukannya terkejut, aku malah menganggapnya sebagai utusan sang dewa"]

Madara Kecil: “Aku bisa mengerti kamu bahkan tanpa melihat dalam dirimu, meskipun…”

Hashi Kecil: “Apa kau bilang?”

Madara Kecil: “Lihat dirimu, gaya rambut dan pakaianmu membuatmu nampak lemah!”

[Edo Hashi: "Meski begitu, kita tak selamanya sependapat. Setelah itu kita terus bertemu disungai itu tanpa memberitahu nama lengkap (klan) kita. Kita saling menunjukan kemampuan Shinobi kita dan terus membicarakan tentang masa depan"]

(Madara dan Hashi kecil diperlihatkan bertarung untuk unjuk kemampuan mereka masing-masing, sekaligus berlatih bertarung)

(Mereka terpental satu sama lain, Madara kecil terjatuh ditanah sementara Hashi kecil masih bisa berdiri)

Madara K: (Tersungkur ditanah) “Taijutsu dan pertahananmu bagus, kau masih bisa seimbang denganku”

Hashi K: “Seimbang katamu? Aku masih bisa berdiri.”

Madara K: “Eh??”

(Tiba-tiba kepala Hashi terlempar sebuah batu dari atas lantas membuatnya terjatuh juga. Ternyata saat terakhir mereka saling tonjok Madara sempat melempar batu keatas, lihat tangan kanan Madara pada gambar diatas untuk lebih jelasnya)

Hashi K: “Ouch!!”

Madara K: “Kau baru saja bilang apa?”

(Scene berganti saat mereka sedang istirahat diatas batu, merekapun bercakap-cakap)

Hashi K: “Tapi masalahnya, bagaimana kita bisa merubah sesuatu begitu saja? Pandanganku tentang masa depan masih belum jelas…”

Madara K: “Pertama-tama kau harus pertahankan idealismemu kemudian kau harus menjadi lebih Kuat. Jika kau lemah tak seorangpun akan mendengarkanmu”

Hashi K: “Benar juga ya… Jika kita menguasai banyak Jutsu dan menjadi lebih kuat lagi.. Orang dewasa tidak akan lagi menghalangi kita..”

(Tiba-tiba Madara meninggalkan tembat sambil ngomong sesuatu)

Madara K: “Kau harus bisa mengatasi kelemahan-kelemahanmu dan juga Jutsu yang tidak kau bisa, masalah itu aku sudah lebih unggul darimu”

Hashi K: “!!”

(Madara melompat ke bawah batu di sungai itu, hendak berjalan diats air, namun Byuurrrrr!! Dia sendiri masih belum bisa berjalan diatas air, ia basah kuyup)

Hashi K: (Menghampiri Madara) “Jelas kau sendiri tak bisa melakukannya…”

Madara K: (Marah) “Sudah kubilang, jangan berdiri dibelakangku!!!”

Hashi K: “Aku tahu kelemahanmu…”

Madara K: “Diam! Atau kulempar kau ketempat ceburanku yang barusan!!!”

[Edo Hashi: "Begitu sering kita  bertemu, kita semakin dekat"]

(Hingga suatu hari mereka bertemu kembali di tempat yang sama)

Hashi K: “Madara. aku datang dengan info Jutsu baru yang hebat!! Ayo kita pelajari bersama!!”

Madara K: “Heeh. Jusu seperti apa itu?”

Hashi K: “Taijutsu Rahasia, Super Katon Genjutsu yang memotong Dobel Shuriken besar!!!”

Madara K: “Uhm.. Aku nggak mudeng…”

Hashi K: “Baiklah untuk menjelaskannya secara jelas….”

(Namun sebelum Hashi menjelaskan ia langsung digertak Madara)

Madara K: “Diam saja lah! Hari ini kita akan berlomba memanjat tebing jerjal ini!”

(Gertakan Madara tadi sontak membuat Hashi Down seperti biasa)

Madara K: “Jangan terlalu depresi begitu terus! Itu kelamahanmu!”

(Merekapun memulai perlonbaannya, namun Hashi curang dengan memanjatnya duluan)

Hashi K: “Hahahahah Aku duluan!!”

Madara K: “Ah! Sialan kau! Kau menipuku!

(Pant, pant, pant, suara telapak kaki terdengar, mereka berdua pun sampai diatas dengan kelelahan)
Hashi K: “Aku menang…”

Madara K: (Kelelahan) “Tentu…  Saja… kau mulai duluan!”

(Mereka berdua duduk beristirahat memandangi hutan dari atas tebing)
Hashi K: “Kau bisa lihat pemandangan Hutan belantara itu dari atas sini.”

Madara K: “Yeah.. Kau bisa melihatnya sejauh mungkin. Aku yakin sekali bisa mengalahkanmu saat seperti ini. Ingin bertarung deganku?”

Hashi K: “Kenapa semua mendadak sih? Kau nampak bangga terlihat dari tatapan matamu.”

Madara K: “Tentu saja! Aku kan punya Sha-…”

(Ups Madara hampir saja keceplosan mengucapkan kata Sharingan”
Madara K: “…!!”

Hashi K: “…??”

Madara K: “….”

(Hashi nampak kaget karena Madara tiba-tiba berhenti bicara)
Hashi K: “…. Ada apa?”

Madara K: “Tak apa, pada akhirnya aku tidak terlalu bangga.”

Hashi K: “Apa? …Aneh sekali mendengar kata-katamu itu.”

Madara K: “Jika aku bisa sebangga itu, saudara-saudaraku tidak akan mati. Bahkan aku tak bisa melindungi mereka.. Apa yang… Apa yang…”

Hashi K: (Membayangkan saat Itama meninggal) “…. Bukankah kau sudah tak punya saudara lagi?”

Madara K: “Aku masih punya seorang adik. (Mengepalkan tangannta di tanah) Dan aku akan melindunginya apapun yang terjadi!!”

Hashi K: (terdiam sejenak) “…. Ayo kita bagun sebuah pemukiman disini!! Ayo kita buat tempat dimana anak kecil tidak harus saling membunuh satu sama lain!! Kita akan membangun sekolah dimana anak-anak bisa tubuh besar dan kuat! Terdapat juga sebuah misi yang sesuai dengan Personal Skill dan kekuatannya masing-masing anak! Dan yang sudah Senior akan menetapkan di lever yang tepat. Di desa kita anak-anak tidak diperbolehkan berada dalam medan pertempuran yang keras!”

Madara K: “Heh… Kau satu-satunya orang yang punya ide bodoh seperti itu.”

Hashi K: “Lalu apa yang kau pikirkan?”

Madara K: (Merunduk sedikit) “Yeah. Saat kita bangun desa itu… Aku akan melihat adikku dari atas sini..!!

Hashi K: (Tersenyum)

Madara K: “Heheheh”

[Edo Hashi: "Tempat yang itu sekarang disebut Konoha. Saat itu, aku mengambil keputusanku. Aku pilih menolak, untuk bisa membuat idealismeku menjadi kenyataan."]

(Suatu hari mereka bertemu kembali disungai, namun posisi mereka berseberangan, dang salng melempar batu yang sampai ke masing-masing seberang)
Hashi K: “Kita berdua sudah sampai ke seberang”

Madara K: “Batu itu bagus untuk dilempar, kau bisa memilikinya sampai kta bertemu lagi!

(Mereka bakhan saling menangkap batu yang dilemparkan)

(Hingga suatu hari Tobirama menghampiri Hashi)

Hashi K: “!!”

Tobi K: “Kakak, aku ingin bicara denganmu”

(Scene berganti, mereka sudah berada di rumah bersama ayah mereka)

Ayah Hashi: “Kau bertemu dengan seorang anak laki-laki?”

Hashi K: “Bagaimana kau tahu?”

Tobi K: “Ayah menyuruhku untuk membututimu. Aku lebih baik darimu dalam hal pengintaian.  Akhir-akhir ini kau sering pergi keluar, itu mencurigakan.”

Ayah Hashi: “Aku telah mencari Info dari Anak itu. Dia dari Klan Uchiha. Dia pernah membunuh beberapa ninja dewasa yang sudah berpengalaman dari Klan kita. Dia sepertinya Shinobi yang sangat berbakat dari lahir.”

Hashi K: (Berkeringat) ["Jadi itu benar..."]

Ayah Hashi: “Melihat kau tak terkejut.. Aku berpendapat kau sudah tahu bahwa dia dari kaln lain?”

Hashi K: “Tidak.. Aku tidak tahu. Begitu pula dengannya.”

Ayah Hashi: “Kau tahu maksudnya kan? Aku belum mengatakan masalah ini pada siapapun… Jika kau tak mau dianggap sebagai mata-mata… saat kau bertemu anak itu lagi, terus buntuti dia. Gali informasi tentang Uchiha darinya. Ini misi untukmu… Lalu jika ia mengetahuinya… Bunuh dia.”

(Hashi terlihat Syok)

Hashi K: “A-apa dia benar dari Klan Uchiha?”

Ayah Hashi: “Iya. Jika ia menyadari kau dari Senju… Dia mungkin juga akan melakukan hal yang sama dan hanya berpura-pura untuk mencuri informasi darimu. Jangan percaya dia.”

Hashi K: “Tapi dia tak pernah…”

Ayah Hashi: “Kau tidak tahu apa yang ada dipikirannya. Jika kau ditipunya, kau telah membuat Klan Senju dalam bahaya. Tobirama dan aku sendiri akan datang denganmu.. mengerti?”

(Akhirnya suatu hari merekapun bertemu lagi ditempat yang sama)

Madara K: “Pertama-tama.. ayo kita gunakan batu kita untuk memberi salam”

Hashi K: “Ya…”

(Masing-masing dari Mereka mengambil batunya lantas melemparnya, saat mereka menangkapnya ada sesuatu yang membuat mereka terkejut setelah melihat batu tadi)

Madara K: “Hashirama… Maaf.. Aku baru ingat hari ini ada sesuatu yang harus kulakukan.”

Hashi K: (Terkejut dan berkeringat) “…. Aku mengerti… Ya sudah aku akan pulang hari ini.”

(Ternyata Batu dari Madara bertuliskan “Cepat Lari”, sedangkan dari Hashi “Ini jebakan. Pergi dari sini”. Madara dan Hashi dengan cepat kabur.)

Ayah Hashi: “Dia cepat sekali… apa dia mau kabur? Hashirama pasti mengatakan yang sebenarnya!! Ayo Tobirama!!”

Tobi K: “Baik!!”

(Namun belum sempat mengejar mereka dihadang oleh dua orang, 1 Dewasa, 1 Anak)

Dewasa: “Jadi kita punya rencana yang sama… BUTSUMA SENNU!”

Anak: “Dan juga Tobirama!”
Ayah Hashi (Butsuma Senju): “Jadi begitu… TAJIMA UCHIHA!”

Tobi K: “Dan juga Izuna!”

#Senju Vs Uchiha… Pertarungan yang tak bisa dihindarkan!??

(Ternyata itu Ayah madara bernama TAJIMA UCHIHA bersama Izuna. Dan diketahui nama Ayah Hashi adalah BUTSUMA SENJU)

=============> NARUTO 623 SELESAI <=============

sumber : http://www.narutonian.blogspot.com

Cerita Naruto Chapter 620 – Senju Hashirama

Versi Teks Naruto Chapter 620

 Teks Version by www.Beelzeta.com
Sebelumnya : Naruto Chapter 619

“Hmm, apa itu desa dan shinobi?” Hashirama masih pikir-pikir dulu sebelum menjawab pertanyaan dari Sasuke. “Itachi … Kakakku telah dimanfaatkan oleh desa. Namun, ia tetap meresikokan hidupnya untuk melindungi desa, dan bangga karena telah mati sebagai shinobi Konoha. Dia membunuh keluarganya, dan dia sendiri mati demi melindungi desa …”

“Apa itu sebenarnya? Dan shinobi yang telah menciptakan semua ini, apa mereka sebenarnya? Aku ingin mendengar kebenarannya darimu, sebelum aku mengambil keputusan.” ucap Sasuke, mata mangekyounya telah kembali ke mode biasa. “Akankah aku membalas dendam pada Konoha, atau …”

Naruto Chapter 620 – Senju Hashirama

Sesaat, Sasuke sempat teringat akan waktu itu, suatu ketika saat ia masih bersama dengan Orochimaru. “Orochimaru …” Sasuke hendak menanyakan sesuatu. “Apa?” Orochimaru menghadap ke Sasuke, kemudian Sasuke mulai menjelaskan pertanyaannya. “Kau mencoba untuk menghancurkan Konoha. Awalnya, aku percaya padamu saat kau mengatakan kalau itu hanya karena kau ingin. Tapi sekarang, aku tahu kalau itu tidaklah benar. apa alasanmu yang sebenarnya?”

Flashback berakhir sebelum Orochimaru menjawab. Kembali ke Sasuke, setelah mendengar kalau ia akan membalas dendam, hokage kedua emosi, “Membalas dendam pada Konoha? Jadi kau juga telah dikuasai oleh iblis Uchiha, bocah … Kau, akan ku …”

“Hokage kedua!”
“Tobirama …”

Hokage pertama menatap adiknya. Tak seperti sebelumnya, kali ini ia begitu mengerikan. Orang-orang di sekitar mereka kaget, “Te-tekanan macam apa ini …” pikir Suigetsu gemetar.

“Turunkan jarimu.” perintah Hashirama. Tobirama seolah tak bisa melawan, dan akhirnya menuruti kata-kata kakaknya. “Baiklah … tapi kau tak perlu membangkitkan chakramu sebesar itu, kakak.” ucap hokage kedua, dan mengembalikan posisi jarinya yang samar-samar hendak merapal jutsu.

“Gahahaha!! Maaf, maaf!!” ucap Hashirama sambil tertawa. Sasuke terdiam, begitu juga rekan-rekannya. “W-wow …” ucap hokage keempat, debu-debu dari atap berjatuhan hanya karena tekanan tadi. “Kau selalu seperti biasanya, Hashirama-sama …” pikir hokage ketiga.

“Huh …” hokage kedua memalingkan wajahnya.

“Ngomong-ngomong, kau benar-benar memiliki kakak yang hebat, Sasuke. Kurasa dia shinobi yang lebih baik daripada aku. Aku bisa saja membicarakan mengenai desa padamu, tapi ini pasti akan menjadi cerita yang panjang.” ucap hokage pertama.

“Kalau memungkinkan, aku ingin anda menjelaskan apa yang Sasuke ingin tahu secara singkat. Kami tak punya banyak waktu.” ucap Orochimaru. “Tak punya banyak waktu?”

“Sekarang kita sedang dalam perang. Uchiha Madara telah dibangkitkan kembali dan berencana untuk memusnahkan seluruh shinobi dari dunia ini.” jelas Orochimaru. Dan mendengar hal itu, keempat hokage kaget.

“Aaakh, dunia memang selalu berperang.” ucap hokage pertama. “Yah, tepat, aku bisa merasakan chakra yang kuat dari arah jam dua.” ucap hokage kedua. Di sisi lain, hokage keempat baru menyadari sesuatu. “Ini … chakra Kyuubi dan Naruto.” pikirnya. “Begitu! Jadi kau berhasil melakukannya, Naruto, dan sekarang kalian bertarung bersama …”

“Sepertinya memang benar, aku juga bisa merasakan chakra Madara.” ucap hokage kedua. “Kalau begitu, kita juga harus pergi ke medan perang!!” ucap hokage ketiga.

“Kalian dikendalikan oleh Edo tenseiku, aku bisa membatasi gerakan kalian.” ucap Orochimaru. “Kalau kalian tetap mau pergi, kalian bisa pergi setelah pembicaraan ini selesai.” lanjutnya.

“Kita bisa bicara nanti!! Apa kau mengerti betapa seriusnya keadaan kalau Madara kembali!?” ucap hokage ketiga. “Aku berada di sisi anak ini.” ucap Orochimaru. “Kalau Sasuke tidak puas, aku bisa saja menggunakan kalian untuk menghancurkan Konoha.”

“Cih, di saat seperti ini, jutsu ini …”

“Orochimaru, kurasa kau salah mengerti.” ucap hokage kedua. “Mengembangkan keakuratan dan kemanjuran jutsu ini adalah kesalahanmu. Kali ini kami bangkit ke dunia dengan hampir seluruh kekuatan kami.” hokage kedua menempelkan telapak tangan di dinding dan kemudian meretakkannya. “Aku tak akan membiarkanmu menahanku dengan Edo Tenseimu. Akulah yang menemukan jutsu ini. Dan pada akhirnya, kakak, bagaimanapun aku akan pergi.” ucap hokage kedua.

Tapi tiba-tiba, deg …
“Cih, aku tak bisa bergerak.” ternyata Edo Tensei Orochimaru leih kuat dari yang ia kira.

“Sarutobi, kau telah menciptakan shinobi yang hebat.” ucap hokage pertama.

“Adalah suatu kehormatan bagiku dipuji oleh dewanya Shinobi.” ucap Orochimaru. “Hahaha, kau menambah kemampuan menahannya dengan menggunakan selku. Tobirama, sepertinya kemampuanmu sudah semakin berkurang.”

“Anak ini … Setelah kurasakan lebih baik baik, hampir seluruh tubuhnya terbuat dari sel kakak.” pikir hokage kedua.

“Baiklah, kalau begitu …” hokage pertama melakukan sesuatu. Orochimaru kaget, “Hokage pertama, dia berbeda. Dia melepas belengguku, aku harus berhati-hati.” pikir Orochimaru.

“Tenang saja, Orochimaru.” ucap hokage pertama. “Pertama-tama, aku akan membebaskan anak ini dari perasaan yang terus membelenggunya. Aku tak tahu apa yang anak Uchiha ini pilih setelah mendengar kata-kataku, tapi kalau aku tidak mempedulikannya, tidak diragukan lagi dia hanya akan menjadi Madara yang baru. Kalau begitu, meskipun perang berakhir, kemenangan kita tak akan ada artinya.”

“Hah, lakukan saja sesukamu, kakak.” ucap hokage kedua.

“Oh, yah, mulai dari mana ya? ya, benar …” hokage pertama duduk dan mulai bercerita. “Berbicara mengenai desa dan shinobi …”

Flashback ke saat pertarungan antara hokage pertama dan Madara. Hashirama berdiri di atas kayu ciptaannya, dengan gulungan berukuran besar berada di punggungnya. Sementara itu Madara, ia berdiri di atas kepala Kyuubi, dengan mata yang telah berada di mode Eternal.

“Mokuton! Mokuryuu no Jutsu!!” Hokage pertama membuat naga dari kayu yang kemudian melilit tubuh Kyuubi. Akan tetapi, kyuubi mampu menyerangnya dengan bijuudama. “Mokuton! Mokujin no Jutsu!!” Hashirama kembali menciptakan monster dari kayunya dan menyerang, namun Madara tak hanya diam dan kemudian menggunakan Susano’onya.

Pertarungan antara lelaki yang disebut-sebut sebagai dewa para shinobi, melawan duet Uchiha terkuat dan Kyuubi. Setelah ini, sejarah mereka akan terkuak.

“… Aku harus memulainya dari Uchiha dan Senju.”

Bersambung ke Naruto Chapter 620