Cerita Naruto Chapter 617 – Berputar dan Bertahan 2

Sebelumnya : Naruto Chapter 616

Meski Neji sudah tiada, kenangan akan dirinya terus tersimpan dalam hati teman-temannya. Naruto, Lee, semuanya.

“Percuma saja, Lee.” Lee teringat akan kata-kata Neji waktu itu. “Kau tak akan bisa mengalahkanku hanya dengan kerja keras, itu adalah kenyataan. Carilah saingan lain …”

Neji meremehkan Lee. Sampai kemudian, Neji kalah dalam pertarungan melawan Naruto. “Apa kau menonton pertarungan saat aku kalah tadi? Lee, sampai sejauh ini, apa yang aku miliki …”

“Lee, suatu hari nanti, aku ingin melawanmu sekuat tenaga.” ucap Neji saat itu. “Untuk mencari tahu, mana yang lebih kuat antara gaya bertarungmu dan diriku. Tapi, selama mataku masih hitam, aku tak akan kalah.” lanjutnya.

Note : Selama mataku masih hitam merupakan sesuatu semacam perumpamaan di Jepang yang artinya selama aku masih hidup.

“Huh, kalau kamu, bukankah lebih cocok kalau selama mataku masih putih?” canda Lee.
“Ah, iya, benar juga. Ngomong-ngomong, teruslah ingat aku sebagai sainganmu.”

Flashback berakhir. Dengan chakra yang diberi oleh Naruto, tekad Lee membara. Sama seperti Shikamaru, Ino, Chouji, dan yang lainnya, kini Leepun telah memiliki chakra Kyuubi terlapis dalam dirinya.


Taki hanya Lee, Kakashi dan yang lainnya juga. Semuanya telah memiliki lapisan chakra Kyuubi. “Begitu kuat, jauh lebih kuat dari sebelumnya.” pikir Kakashi. Kemudian, ia teringat akan kata-kata Shikkaku di saat-saat terakhirnya.

“Aku memiliki beberapa informasi mengenai pertarungan ini. Tapi sebelumnya, ada sesuatu yang ingin kupastikan. Kakashi, saat kau menggunakan kamui untuk pergi dan kembali dari dimensi lain, kau bilang alasan kenapa kau mampu membawa Hachibi juga karena mendapat chakra dari Naruto, kan?”

“Ya. Lebih tepatnya, aku mendapat chakra langsung dari Kyuubi.” jawab Kakashi saat itu.

“Karena kau mengatakan kalau itu alasan kenapa kau bisa, aku rasa ada perbedaan saat kau menggunakan kamui dengan chakra kyuubi, tapi berapa banyak? Bisakah kau menjelaskannya padaku?”

“Kurasa, setidaknya sekitar tiga kali lebih banyak. Sampai kemudian, aku tak mampu memindahkan objek-objek besar di sekitar kamui, dan aku tak bisa menggunakannya berkali-kali.”

Mereka mulai bergerak, para shinobi. Sementara Naruto di dalam dimensi dirinya, ia tampak masih menyiapkan sesuatu. “Apa kau sudah hampir selesai?” tanya Kyuubi.

“Dia telah menjadi seperti yang kau inginkan, Hokage keempat.” pikir Kyuubi. “Satu-satunya yang bisa membuat tautan menuju chakraku adalah Naruto karena dia memiliki darah Kushina dan telah menjadi Jinchuriki dalam waktu yang lama. Naruto telah menjadi begitu ahli hingga mampu mentransformasi chakra ke tipe tiap orang saat ia memberikannya. Yah, dengan itu aku mampu mentransfer chakra melaluinya. Minato, itu adalah metode yang sama dengan yang kau lakukan saat memberikan chakra Kyuubi pada Naruto.”

“Dia telah … melampaui kalian berdua.” pikir Kyuubi lagi. “Besarnya chakra yang bisa dia sambungkan jauh lebih besar. Rasakan itu, Kushina dan Minato, kalian telah kelah dari bocah kecil ini, hehe. Ini adalah kekuatan yang ingin kalian serahkan padanya …”

Para shinobi telah benar-benar siap. Mereka semua telah mendapat chakra dari Naruto.


“Huh, haruskah aku memberi kekuatan yang lebih besar lagi?” Madara memperkuat kekuatan Juubi. Dengan ini, Shikamaru dan yang lainnya menjadi semakin kewalahan dalam mengikat bayangannya. “Naruto, lakukan! Sekarang!!” ucap Shikamaru, “Huh, ini semakin menarik.”

Hachibi menembakkan Bijuudama, klan Hyuuga menggunakan Hake Kuuhekishou, Temari dan shinobi Suna lainnya menggunakan Fuuton – Ookameami, dll, dan semuanya dengan bantuan chakra Kyuubi. Akibatnya, kekuatan dari serangan tersebut menjadi berlipat-lipat.

Serangannya berefek, namun Juubi juga tak mau kalah, ia juga menyerang dengan ekor-ekornya, Buaghh!!!!

“Ukkhh!!”
“Neji tak akan mati percuma!!”

“Huh, tanda kutukan yang tak akan hilang sampai mati, kutukan shinobi, yang diciptakan dalam keluarga Hyuuga, yang hidup dalam sangkar besar, hanya menunggu untuk mati.” ucap Obito. “Yah, sama seperti bocah yang kalian biarkan mati sia-sia itu …”

“Neji … Tekad Neji … Belum mati!!!” Mereka terus menyerang. Para shinobi menyatukan kekuatan hingga membentuk serangan yang memotong habis ekor Juubi, menembus dan menuju ke tempat Madara dan Obito berada. “Aku akan mengurus yang kanan.” ucap Lee.

“Bagus!” Naruto menyiapkan rasenshuriken. Namun, “Sial, bahuku …” ia mengalami masalah saat akan menghempaskannya. Tapi kemudian, “Juuken!” Hinata membantunya. Dengan ini, Naruto mampu melempar rasenshuriken tersebut. Obito terpotong, begitu pula dengan Madara.

Meski Obito hanya tembus, dan Madara mampu menyatu kembali karena ia Edo Tensei, namun ikatan yang mereka buat dengan Juubi menjadi terputus.


“Tidak seperti kalian, aku …
Aku tak akan membiarkan ikatan yang telah kubuat terpotong.” ucap Naruto. “Dan aku tak ingin orang lain memutus ikatannya padaku.”

Scene berpindah ke Sasuke, dan ia telah sampai pada tujuan. “Apa itu di sini?”
Mereka sampai di semacam perumahan yang sudah hancur, retakan dimana-mana, benar-benar tidak terawat.