Cerita Naruto 642- Celah

Di Chapter Sebelumnya Naruto 641,

Sakura dan Hinata menyaksikan pertempuran itu dari kejauhan

Sakura: (sakura diatas Katsuyu) “!! Hinata! Bagaimana Naruto dan Sasuke?”
Hinata: (dengan mrnggunakan Byakugan) “Mereka berdua…!! sambil Tersenyum.”

Naruto 642

Serangan langsung dengan kombinasi yang kuat

(Bola hitam milik Obito terbang kembali ke Obito, sementara itu, Tobirama dengan cepat sudah berada di tempat Minato)
Minato: !!
Tobirama: “Kita mengenainya sebelum dia melindungi diri dengan benda hitam itu. Kali ini seharusnya berhasil!”
(Api hitam terus membakar Obito, terlihat benda hitam mendekatinya)

(Bisa dilihat, bola hitam itu seperti memisahkan Api Enton dari Obito)

cerita naruto 642

semuanya kaget…..

Minato dan Tobirama: “!!”

Naruto dan Sasuke: “!!”

(Obito bebas dari kobaran api hitam, ia terbang melayang di udara)

cerita naruto 642Tobirama: (menoleh ke Obito) “Tidak berhasil sama sekali.”

Minato: “Kita tak bisa menyantuh bola hitam yang bisa berubah bentuk itu, kalaupun bisa, kita tak bisa menghancurkannya. Serangan dan pertahannya sama-sama cepat”

Sasuke: (mulai berlari) “Dia kuat.”

Naruto: “Dia lebih sempurna dari pada diriku yang selama ini ada di impianki!”

Minato: “dia seperti telah memperoleh kekuatan impian.”

(Naruto dan Sasuke sampai didekat Minato dan Tobirama)

(Tobirama melihat tangan Minato yang tak kunjung ber-regenerasi)

Tobirama: “Ini aneh…”

Minato: “!?”

Tobirama: “Seharusnya tangan satu-mu yang hancur itu mulai beregenasi…”

Minato: (menundukan kepala) “….”

Obito: (dari jauh, muka seram) “Sekarang aku punya kekuatan ‘Leluhur Shinobi’. Kalian tak bisa menilaiku dengan tingkatan kalian saat ini”.
Tobirama: “….”
(Tobirama menyadari sesuatu)
Tobirama: “Maksudmu… Teknik/Jurusmu itu…”
Minato: “Apa maksudnya itu?”
Tobirama: “Yondaime, berhati-hatilah, jangan sampai sampai mendapat luka serius…Meskipun tubuhmu itu Edo Tensei.”

Tobirama: “Orang itu kemungkinan besar menggunakan Jurus berdasarkan Onmyoudon. Yang mana membuat ‘Semua Ninjutsu’ tak berguna sama sekali. Dengan kata lain, meski dia memukul tubuh Edo Tensei-mu… Kau takkan bisa ber-regenerasi kembali. Dan akhirnya kau akan mati.”

Sasuke: (mendengarkan)

Toobirama:  “Lengan kanan-mu kemungkinan takkan pernah tumbuh kembali.”

MInato: “Kalau begitu, kita harus lebih berhati-hati…”

Naruto: “Sasuke.”

Sasuke: “Apa?”

Naruto: Kita akan bertarung sendiri-sendiri, apa kau masih mau lanjut?”

Sasuke: “Jangan meremehkan Klan Uchiha.”

Naruto: “Okkkke!”

(Naruto bersiap dan menempelkan kedua telapak tangannya satu sama lain sidepan dadanya)

Naruto: “Aku akan masuk ke Mode Kurama lalu berubah menjadi Bijuu!!”

(Namun apa yang terjadi, mode kurama Naruto malah menghilang, sekarang ia dalam Mode Manusia biasa)

Sasuke: “?”

Naruto: (muka malu)

Tobirama: “Jangan memperburuk keadaan. Ayahmu dan juga anaknya kadang memang memalukan. Meski kadang mengerikan.”

Minato: “Ma… maaf”

(Mengetahui itu, Naruto-pun menanyakannya kepada Kurama)

Naruto: “Kurama, pinjamkan aku chakramu!”

Kurama: “Lupakan berubah menjadi Kyuubi sekarang! Jika mau berubah ke Mode Bijuu total, kau harus di Mode Normal lebih lama sedikit.”

(Sementara itu, terlihat Gamakichi melakukan sesuatu)

Kamakichi: “Mizuame Teppou!!!”

(Minyak keluar dari mulutnya, ia bermaksud menyerang Obito, namun Obito lagi-lagi menanhannya dengan benda hitam itu)

Tobirama: (menoleh) “Minyak dari Myoubokuzan?”

Naruto: (menoleh) “Gamakichi, apa yang kau lakukan? Kita harus bertarung dengan teknik pengalihan ataupun serangan kombinasi…”

Gamakichi: “Maaf, masa Kuchiyose sudah hampir habis! Aku ingin melakukan sesuatu sebelum aku menghilang!”

Naruto: (menoleh, tersenyum) “Aku menghargai semangatmu! Beristirahatlah!”

Gamakichi: (menghilang) “Maaf…”

Naruto: (kembali memandang kedepan) “….”

Naruto: (menyadari sesuatu) “!!!”

(Ditampilkan Naruto dan Tobirama seperti sedang memikirkan sesuatu sambil melihat Obito yang sudah berlumuran minyak dari Myoubokuzan)

Tobirama: “Hm?

Obito: (masih merentangkan kedua tangannya) “…”

Minato: (teriak) “Obito, bukankah kau mau kadi Hokage? Kenapa kau melakukan semua ini?”

Naruto: (menundukan kepalanya, menutup mata) “[Sekarang…!!]”

(Sepertinya Naruto merencanakan sesuatu)

Obito: “Apa kau mencoba mengguruiku sekarang? Bukankah ini sudah terlambat? …Sensei” Kau selalu terlambat disaat situasi genting.

(Obito teringat dulu saat ia baru saja sembuh dan keluar dari tempat persembunyian Madara Tua, saat ia berkata “Apa yang Minato-sensei lakukan!? Apa yang sedang Si Kilat Kuning lakukan saat ini!?”)

Obito: “Aku senang ketika mengetahui guruku adalah seorang Hokage.”

Minato:

Obito: (mengarahkan telapak tangannya pada Minato) “Itu mendorongku untuk mewujudkan impianku itu.

Naruto:

(Minato teringat dulu saat pertemuannya dengan Obito ketika invasi Kyuubi di Konoha. Saat Minato berkata “Tidak penting siapa kau sebenarnya, tapi… Kenapa kau mneyerang Konoha?”. Kemudia Obito yang masih memakai topeng itu menjawab, “Kau bisa menyebutnya ini harapan atau pun sebuah proyek. Tujuanku memicu perang, namun juga untuk perdamaian.”)

Minato: (melihat Obito saat ini) “[Mungkin jika aku sadar bahwa pria yang waktu itu adalah Obito… Mingkin… Aku bisa menghentikannya… Dan mungkin… Kushina takkan mati… Mungkin Naruto tidak harus kujadikan Jinchuuriki Kyuubi…!

((Minato terus menatap Obito sambil memikirkan hal tersebut)

Minato: “Hanya jika… Aku tahu yang waktu itu adalah Obito!!! Dunia Shinobi takkan menjadi seperti ini..!!”

versi text : narutonian.blogspot.com

3 pemikiran pada “Cerita Naruto 642- Celah

  1. kira kira apa ya yang direncanakan naruto ?
    dan kenapa sampai skrg minato belum ngasih hadiah ke naruto? apa yg mau dikasih minato stgh cakra kyubi yg dsegel ditubuhnya dulu ya?
    bikin penasaran aja !

Kometarnya Ya disini

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s